Widget HTML #1

SHADOW OF ETERNITY | Bab 7: Kekuatan Baru

SHADOW OF ETERNITY | Bab 7: Kekuatan Baru

Kembali ke Sinopsis & Daftar Bab

⬅ Kembali ke Bab 6/120

Gelombang energi hitam masih memenuhi hutan.

Pepohonan tumbang satu per satu akibat tekanan kekuatan yang keluar dari tubuh Arka.

Tanah retak.

Udara terasa berat.

Dan di belakang Arka…

Sosok bayangan raksasa terus berdiri diam dengan mata merah menyala.

Makhluk itu seperti monster yang lahir dari kegelapan paling dalam.

Raven menggertakkan giginya.

“Arka! Dengarkan aku!”

Namun Arka hampir tidak bisa mendengar apa pun.

Bisikan-bisikan di kepalanya semakin keras.

“Hancurkan…”

“Bangkit…”

“Kembalikan dunia ke dalam kegelapan…”

Suara itu memenuhi pikirannya seperti racun.

Arka memegang kepalanya sambil berlutut.

“AARRGGHHH!”

DUUUM!!

Ledakan energi kembali terjadi.

Para anggota Eclipse terpental lebih jauh.

Namun anehnya…

Mereka tidak terlihat takut.

Sebaliknya, mereka tampak puas melihat kekuatan Umbra bangkit.

Pemimpin mereka tertawa kecil.

“Indah sekali.”

“Benar-benar seperti legenda.”

Raven langsung bergerak cepat.

CLANG!!

Pedang hitamnya menghantam salah satu anggota Eclipse hingga terpental menabrak pohon.

“Kalian sengaja memancing kekuatan itu keluar!”

“Tentu saja.”

Pemimpin Eclipse membuka kedua tangannya pelan.

“Kami sudah mencari pewaris Umbra selama bertahun-tahun.”

“Dan akhirnya kami menemukannya.”

Elna menatap Arka dengan cemas.

Tubuh pemuda itu mulai diselimuti aura hitam pekat.

Matanya perlahan berubah merah.

Bahkan suaranya terdengar berbeda.

Lebih dingin.

Lebih gelap.

“Aku…”

“Aku tidak bisa…”

Raven langsung mengeluarkan kristal biru dari sakunya lagi.

Namun sebelum ia sempat mendekat…

WHUSSH!!

Sosok bayangan di belakang Arka bergerak.

Tangan hitam raksasa muncul dari kegelapan dan menghantam tanah.

DUUUAAAK!!

Gelombang kejut besar menyapu seluruh area.

Raven sampai terpental beberapa meter.

“Gila…”

“Kekuatan ini terlalu besar untuk pemula.”

Para anggota Eclipse langsung melompat mundur.

Mereka akhirnya mulai berhati-hati.

Salah satu dari mereka berkata pelan.

“Kalau terus seperti ini, dia akan kehilangan kesadarannya.”

“Dan itu justru yang kita inginkan.”

Raven menatap mereka tajam.

“Jangan harap.”

Ia menancapkan pedangnya ke tanah.

Lalu mulai mengucapkan sesuatu dalam bahasa kuno.

Cahaya biru perlahan muncul di sekitar tubuhnya.

Angin mulai berputar.

Dan simbol aneh muncul di tanah.

“Segel Astral?”

Pemimpin Eclipse terlihat terkejut.

“Jadi kau masih bisa menggunakan teknik itu.”

Raven tidak menjawab.

Ia langsung mengangkat kristal biru ke arah Arka.

“Tidurlah…”

Cahaya biru melesat cepat.

Dan menghantam simbol hitam di lengan Arka.

SSSHHHH!!

Aura hitam di tubuh Arka langsung bergetar hebat.

Sosok bayangan raksasa di belakangnya mulai memudar perlahan.

Arka terjatuh ke tanah sambil terengah-engah.

Matanya kembali normal.

Namun tubuhnya terasa sangat lemah.

“Apa… yang terjadi…”

Elna langsung berlari menghampirinya.

“Arka!”

Arka menatap kedua tangannya gemetar.

Ia masih bisa merasakan sisa energi hitam mengalir di dalam tubuhnya.

Dan itu membuatnya takut.

“Aku hampir menyerang kalian…”

Raven berjalan mendekat perlahan.

“Kau kehilangan kendali.”

“Itu akan terus terjadi kalau kau tidak belajar mengendalikan Umbra.”

Pemimpin Eclipse tiba-tiba tertawa kecil.

“Tidak perlu belajar.”

“Biarkan saja kekuatan itu mengambil alih.”

“Itulah takdirnya.”

Raven langsung menghunus pedangnya lagi.

“Aku muak mendengar omong kosong kalian.”

Namun pemimpin Eclipse justru mundur perlahan.

“Kami sudah melihat apa yang kami butuhkan malam ini.”

Ia menatap Arka lurus.

“Umbra telah memilihmu.”

“Cepat atau lambat…”

“Kau akan datang kepada kami dengan kakimu sendiri.”

WHUSSH!!

Kabut hitam tiba-tiba muncul di sekitar mereka.

Dan dalam sekejap…

Seluruh anggota Eclipse menghilang.

Hutan kembali sunyi.

Hanya suara napas berat Arka yang terdengar.

Elna membantu Arka duduk.

“Kau tidak apa-apa?”

Arka menggeleng pelan.

“Aku merasakan sesuatu aneh tadi.”

“Aku seperti bukan diriku sendiri.”

Raven menatap simbol hitam di lengan Arka.

“Itulah Umbra.”

“Kekuatan itu hidup.”

“Dan semakin kau menggunakannya… semakin besar pengaruhnya terhadap pikiranmu.”

Arka langsung membeku.

“Jadi aku akan berubah menjadi monster?”

“Belum tentu.”

“Tapi kalau kau gagal mengendalikannya…”

Raven tidak melanjutkan kalimatnya.

Namun Arka sudah mengerti jawabannya.

Hening beberapa saat.

Angin malam berhembus pelan di antara pohon-pohon yang hancur.

Elna kemudian bertanya lirih.

“Kenapa Eclipse begitu menginginkan Umbra?”

Raven memandang langit malam.

“Karena menurut legenda…”

“Kekuatan Umbra bisa membuka gerbang menuju dunia bayangan.”

Arka mengernyit.

“Dunia bayangan?”

“Umbra Realm.”

“Tempat asal makhluk-makhluk bayangan.”

Wajah Raven berubah serius.

“Dan kalau gerbang itu terbuka…”

“Dunia manusia akan berakhir.”

Jantung Arka langsung berdetak keras.

Semua terasa terlalu besar baginya.

Ia hanyalah pemuda desa biasa beberapa hari lalu.

Namun sekarang…

Nasib dunia seolah berada di pundaknya.

Dan yang paling menakutkan…

Sebagian kecil dirinya mulai menyukai kekuatan itu.

Karena saat Umbra bangkit…

Ia merasakan kekuatan luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Kekuatan yang membuatnya mampu menghancurkan apa pun.

Arka menatap tangannya sendiri dalam diam.

Lalu bertanya pelan.

“Kalau aku tidak bisa mengendalikannya…”

“Apa kau akan membunuhku?”

Elna langsung membelalak.

“Arka!”

Namun Raven hanya diam cukup lama.

Dan jawaban yang ia berikan…

Membuat udara malam terasa jauh lebih dingin.

“Kalau itu satu-satunya cara menyelamatkan dunia…”

“Ya.”


⬅ Kembali ke Bab 6/120

Lanjut ke Bab 8/120 ➜

Karya Tinjakstar

IKLAN
IKLAN