SHADOW OF ETERNITY | Bab 6: Musuh Awal
SHADOW OF ETERNITY | Bab 6: Musuh Awal
Kembali ke Sinopsis & Daftar Bab
Kabut malam semakin tebal ketika Raven memimpin Arka dan Elna melewati hutan utara.
Tidak ada yang berbicara sejak rahasia tentang Tanda Umbra diungkapkan.
Arka masih mencoba menerima semua kenyataan yang baru saja ia dengar.
Pewaris kekuatan bayangan.
Shadow King.
Umbra.
Semua istilah itu terdengar seperti legenda kuno yang dulu hanya ia dengar dari cerita para tetua desa.
Namun sekarang…
Legenda itu menjadi bagian dari hidupnya.
Dan itu terasa menakutkan.
“Kita menuju ke mana?”
Elna akhirnya memecah keheningan.
Raven berjalan paling depan sambil terus mengawasi sekitar.
“Ke Kota Varell.”
“Kota perdagangan di wilayah timur.”
“Ada seseorang yang mungkin bisa membantu kita.”
Arka mengangkat kepala.
“Seseorang?”
“Seorang penjaga arsip kuno.”
“Dia tahu lebih banyak tentang Umbra dibanding siapa pun.”
Raven berhenti sejenak.
“Tapi sebelum itu…”
Ia menatap ke arah kegelapan hutan.
“Kita harus bertahan hidup sampai pagi.”
Arka langsung merasakan sesuatu yang aneh.
Hutan tiba-tiba menjadi terlalu sunyi.
Tidak ada suara serangga.
Tidak ada suara angin.
Dan itu membuat bulu kuduknya berdiri.
Raven perlahan menggenggam gagang pedangnya.
“Mereka sudah menemukan kita.”
DUUK!
Sebuah pisau hitam melesat dari balik pepohonan.
Raven langsung menangkisnya dengan cepat.
CLANG!!
Percikan api muncul di udara.
Arka dan Elna langsung mundur panik.
Sesosok pria bertopeng hitam muncul dari balik kabut.
Lalu satu lagi.
Dan satu lagi.
Dalam hitungan detik, lima sosok berjubah hitam mengelilingi mereka.
Mata mereka tertutup topeng putih tanpa ekspresi.
Sementara simbol bulan sabit merah terlihat di dada pakaian mereka.
“Elna…”
Arka menelan ludah.
“Apa mereka…”
“Eclipse.”
Raven menjawab singkat.
Aura pria itu langsung berubah tajam.
“Kelompok pemburu Umbra.”
Salah satu pria bertopeng maju selangkah.
Suaranya dingin dan datar.
“Serahkan pewaris itu.”
“Dan kami akan membiarkan kalian hidup.”
Raven tersenyum tipis.
“Aku bosan mendengar ancaman seperti itu.”
Pria bertopeng langsung mengangkat tangannya.
“Bunuh mereka.”
WHUSSH!!
Kelima anggota Eclipse langsung bergerak bersamaan.
Gerakan mereka sangat cepat.
Bahkan Arka hampir tidak bisa melihatnya.
CLANG!!
Raven menebas salah satu penyerang hingga terpental.
Namun dua lainnya langsung menyerang dari sisi kanan dan kiri.
Pria berjubah abu itu melompat mundur sambil menghindari dua bilah pisau hitam yang nyaris mengenai lehernya.
“Mereka bukan pembunuh biasa…”
Raven berbisik pelan.
Arka mencoba membantu, namun tubuhnya membeku melihat pertarungan itu.
Gerakan mereka terlalu cepat.
Ia bahkan belum pernah bertarung melawan manusia sebelumnya.
Tiba-tiba satu anggota Eclipse muncul tepat di depan Elna.
“ELNA!”
Arka langsung berlari.
Namun ia terlambat.
Pria bertopeng itu mengangkat pisaunya tinggi.
Dan pada saat itu…
Simbol hitam di lengan Arka kembali bersinar.
DUUUUM!!
Gelombang energi hitam meledak dari tubuhnya.
Tanah di sekitar mereka retak.
Angin besar menyapu pepohonan.
Anggota Eclipse yang hendak menyerang Elna langsung terpental beberapa meter.
Semua orang membeku.
Termasuk Arka sendiri.
Asap hitam tipis mulai keluar dari tubuhnya.
Dan untuk sesaat…
Matanya berubah merah.
“Jadi benar…”
Salah satu anggota Eclipse berkata pelan.
“Pewaris Umbra telah bangkit.”
Mereka semua mundur perlahan.
Namun bukan karena takut.
Mereka justru terlihat senang.
“Kami akhirnya menemukanmu.”
Arka memegang kepalanya.
Bisikan-bisikan aneh kembali terdengar.
“Bunuh…”
“Hancurkan…”
Suara itu semakin keras dibanding sebelumnya.
Dan kali ini…
Arka mulai kehilangan kendali.
“Arka!”
Elna mencoba mendekat.
Namun Raven langsung menahannya.
“Jangan!”
“Dia belum bisa mengendalikan kekuatannya!”
DUAAK!!
Energi hitam kembali meledak dari tubuh Arka.
Pepohonan di sekitar mereka runtuh.
Tanah bergetar hebat.
Para anggota Eclipse mundur lebih jauh sambil memperhatikan Arka dengan serius.
“Menarik…”
“Dia bahkan belum sadar sepenuhnya.”
Raven menghunus pedangnya penuh.
“Pergi dari sini.”
“Kalian tidak akan mendapatkan Arka.”
Pemimpin Eclipse tertawa kecil.
“Kau tidak bisa melindunginya selamanya.”
“Cepat atau lambat…”
“Umbra akan bangkit kembali.”
Tiba-tiba Arka berteriak keras.
“AARRRGHHH!!”
Ledakan energi hitam besar langsung menyapu seluruh area hutan.
DUUUUUUMMM!!
Para anggota Eclipse terpental.
Pepohonan hancur.
Dan langit malam berubah gelap pekat.
Di tengah ledakan itu…
Sosok bayangan raksasa perlahan muncul di belakang Arka.
Bentuknya samar.
Namun matanya merah menyala.
Makhluk itu terlihat seperti monster dari mimpi buruk.
Elna langsung pucat.
“Apa itu…”
Raven menatap sosok tersebut dengan wajah tegang.
“Manifestasi Umbra…”
“Kekuatan itu mulai bangkit.”
Arka jatuh berlutut sambil memegang kepalanya.
Ia bisa merasakan kemarahan luar biasa memenuhi pikirannya.
Keinginan untuk menghancurkan semuanya.
Dan itu membuatnya ketakutan.
“Aku…”
“Aku tidak bisa mengendalikannya…”
Raven langsung mengeluarkan kristal biru dari sakunya.
“Arka! Fokus padaku!”
“Dengarkan suaraku!”
Namun bisikan gelap itu terlalu kuat.
Arka mulai kehilangan kesadaran.
Dan saat itulah…
Salah satu anggota Eclipse tersenyum di balik topengnya.
“Ini baru permulaan.”
“Kegelapan akan segera kembali.”