Widget HTML #1

SHADOW OF ETERNITY | Bab 5: Rahasia Pertama

SHADOW OF ETERNITY | Bab 5: Rahasia Pertama

Kembali ke Sinopsis & Daftar Bab

⬅ Kembali ke Bab 4/120

Malam turun perlahan di atas hutan utara.

Udara dingin menusuk kulit, sementara suara hewan malam terdengar samar dari kejauhan.

Arka dan Elna terus berjalan tanpa arah pasti sejak meninggalkan Desa Aerith.

Atau lebih tepatnya…

Bekas Desa Aerith.

Karena tempat itu kini hanya tersisa kobaran api dan reruntuhan.

Arka masih belum bisa melupakan pemandangan terakhir yang ia lihat sebelum pergi.

Langit hitam.

Monster bayangan.

Dan teriakan para penduduk yang meminta tolong.

Setiap kali mengingatnya, dadanya terasa sesak.

“Kita istirahat sebentar.”

Elna berhenti di dekat pohon besar.

Gadis itu terlihat kelelahan.

Bajunya kotor oleh debu dan tanah akibat pelarian panjang mereka.

Arka mengangguk pelan.

Ia duduk bersandar pada batang pohon sambil menatap lengannya sendiri.

Simbol hitam itu masih ada.

Dan kini bentuknya terlihat semakin jelas dibanding sebelumnya.

Garis-garis hitam menyerupai akar menjalar hingga mendekati bahunya.

Kadang simbol itu berdenyut pelan seperti hidup.

Arka mulai membencinya.

Karena sejak tanda itu muncul…

Semua berubah menjadi mimpi buruk.

“Apa kau baik-baik saja?”

Suara Elna memecah keheningan.

Arka tersenyum tipis.

“Kurasa tidak.”

Elna duduk di sampingnya.

“Kau takut?”

Arka terdiam cukup lama sebelum menjawab.

“Aku takut pada diriku sendiri.”

Ia menatap simbol hitam itu lagi.

“Monster tadi memanggilku pewaris.”

“Aku bahkan tidak tahu apa maksudnya.”

Elna tidak langsung menjawab.

Gadis itu hanya menatap Arka dengan wajah sedih.

“Apa pun yang terjadi…”

“Kau tetap Arka yang kukenal.”

Arka menunduk diam.

Ia ingin percaya pada kata-kata itu.

Namun suara-suara aneh di kepalanya semakin jelas setiap waktu.

Kadang ia bisa mendengar bisikan memanggil namanya dari dalam kegelapan.

Dan setiap kali itu terjadi…

Kekuatan aneh di tubuhnya terasa semakin kuat.

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari balik pepohonan.

Arka langsung berdiri waspada.

Elna juga mundur ketakutan.

Sesosok pria keluar dari balik kabut malam.

Jubah abu panjangnya dipenuhi bekas luka dan debu.

Pedang hitam besar masih tergantung di punggungnya.

Pria misterius itu akhirnya datang kembali.

“Kalian lambat.”

Arka membelalakkan mata.

“Kau masih hidup?”

Pria itu tersenyum kecil.

“Monster seperti tadi belum cukup untuk membunuhku.”

Elna langsung bertanya cepat.

“Bagaimana dengan desa?”

Wajah pria itu berubah serius.

“Sebagian besar hancur.”

Kalimat itu membuat suasana langsung sunyi.

Elna menunduk perlahan.

Sementara Arka mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Ini semua karena aku…”

Pria berjubah abu berjalan mendekat.

“Bukan.”

“Masalah ini sudah dimulai jauh sebelum kau lahir.”

Arka menatapnya bingung.

“Apa maksudmu?”

Pria itu duduk di depan mereka.

Tatapannya berubah tajam.

“Sudah waktunya kau mengetahui sedikit kebenaran.”

Jantung Arka berdetak lebih cepat.

Pria misterius itu akhirnya membuka tudung kepalanya.

Wajahnya terlihat cukup muda, mungkin sekitar akhir dua puluhan.

Rambut hitam pendeknya sedikit berantakan.

Namun yang paling mencolok adalah bekas luka panjang di bawah mata kirinya.

“Namaku Raven.”

“Dan aku datang untuk menemukanmu.”

Arka membeku.

“Mencariku?”

Raven mengangguk pelan.

“Karena kau membawa Tanda Umbra.”

Ia menunjuk simbol hitam di lengan Arka.

“Itu bukan kutukan biasa.”

“Itu adalah simbol kekuatan kuno yang sudah menghilang selama ratusan tahun.”

Arka menatap simbol tersebut dengan ngeri.

“Kekuatan kuno?”

Raven menarik napas pelan.

“Ratusan tahun lalu terjadi perang besar antara manusia dan makhluk bayangan.”

“Perang itu hampir menghancurkan seluruh dunia.”

“Dan di tengah perang tersebut… muncul seseorang yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan bayangan.”

Arka terdiam mendengarnya.

“Orang itu dikenal sebagai Shadow King.”

“Elu…”

Elna terlihat ikut tegang.

“Menurut legenda, Shadow King menghilang bersama kekuatannya setelah perang berakhir.”

“Tapi ternyata kekuatan itu tidak benar-benar hilang.”

Raven menatap Arka lurus.

“Kekuatan itu diwariskan.”

Suasana langsung terasa dingin.

Arka perlahan memahami ke mana arah pembicaraan ini.

“Jangan bilang…”

Raven mengangguk.

“Kau mungkin pewaris kekuatan itu.”

Dunia Arka seperti berhenti sesaat.

Pewaris.

Kata yang sama seperti yang diucapkan monster tadi.

“Tidak mungkin…”

“Aku hanya anak desa biasa.”

“Tidak ada yang biasa dari dirimu.”

Raven mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya.

Sebuah benda kecil berbentuk kristal hitam.

Kristal itu memancarkan cahaya gelap samar.

Saat Arka melihatnya…

Simbol di lengannya langsung bereaksi.

DUK!

Rasa panas menyebar lagi.

“Agh!”

Raven langsung memegang kristal tersebut erat.

“Seperti dugaanku.”

“Apa itu?”

“Relik Umbra.”

“Kunci menuju kekuatan bayangan.”

Elna terlihat ketakutan.

“Kenapa benda itu bereaksi pada Arka?”

“Karena relik ini mengenali pemilik kekuatan sejatinya.”

Arka mundur perlahan.

“Aku tidak mau semua ini.”

“Aku hanya ingin hidup normal.”

Raven tersenyum pahit.

“Aku tahu.”

“Tapi dunia tidak akan membiarkanmu hidup normal lagi.”

Hening sejenak.

Angin malam berhembus dingin di antara pepohonan.

Raven kemudian berdiri perlahan.

“Sekarang dengarkan baik-baik.”

“Mulai malam ini… banyak pihak akan mencarimu.”

“Monster bayangan.”

“Kerajaan.”

“Dan organisasi bernama Eclipse.”

Arka mengernyit.

“Eclipse?”

Wajah Raven berubah serius.

“Mereka adalah kelompok yang selama bertahun-tahun mencari kekuatan Umbra.”

“Dan kalau mereka menemukanmu lebih dulu…”

Raven menggenggam pedangnya.

“Dunia akan jatuh ke dalam kegelapan.”

Elna langsung menatap Arka cemas.

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

Raven menatap ke arah utara hutan.

“Kita pergi dari sini.”

“Ada seseorang yang mungkin bisa membantu Arka memahami kekuatannya.”

“Siapa?”

“Seorang penjaga relik kuno.”

“Tapi perjalanan menuju tempatnya sangat berbahaya.”

Arka menunduk diam.

Ia belum benar-benar menerima semua kenyataan ini.

Namun jauh di dalam dirinya…

Ia tahu satu hal.

Dirinya tidak bisa kembali menjadi Arka yang dulu.

Karena sejak simbol hitam itu muncul…

Takdirnya sudah berubah.

Dan perjalanan menuju kegelapan baru saja dimulai.


⬅ Kembali ke Bab 4/120

Lanjut ke Bab 6/120 ➜

Karya Tinjakstar

IKLAN
IKLAN